Muzz Blog | relationships | Mengapa Anda Tidak Perlu Pacaran

Mengapa Anda Tidak Perlu Pacaran

May 14, 2024

Di zaman modern seperti sekarang ini, istilah pacaran tentu sudah sangat dikenal. Rasa-rasanya, tidak ada orang yang tidak mengetahui makna pacaran. Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pacaran adalah turunan dari kata pacar, yang berarti: teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih yang belum terikat perkawinan; kekasih.

Di artikel ini, kami tidak akan berhenti pada pembahasan mengenai definisi pacaran, tetapi juga membahas mengenai hukumnya menurut Islam serta bagaimana sebenarnya membina sebuah hubungan tanpa harus terjebak pada tindakan yang dilarang.

Looking for your soulmate?

You won’t find your soulmate on this blog post but you might find them on Muzz - the world’s biggest Muslim dating and marriage app.

muzz

Daftar Isi

Pengantar

Pacaran Menurut Islam

Membangun Hubungan yang Bertujuan Mulia

Penutup

Pengantar

Pengantar

Secara luas, pacaran adalah sebuah bentuk hubungan antar manusia yang berdasarkan pada rasa suka yang bersifat timbal balik di antara keduanya. Proses membangun hubungan ini tidak hanya dijalani oleh mereka yang telah sama-sama dewasa, tetapi juga kerap kali berjalan di antara mereka yang masih dalam masa remaja.

Dalam konteks proses panjang hubungan tersebut, pacaran merupakan sebuah dalam perjalanan menuju pernikahan. Bagi banyak orang, pacaran adalah sebuah proses penemuan diri, belajar tentang cinta dan komitmen, serta mempersiapkan diri untuk membangun rumah tangga yang bahagia.

Tentu saja, tidak semua hubungan percintaan berjalan mulus. Tak jarang, pacaran yang dimulai dengan penuh cinta dan harapan justru berakhir dengan kekecewaan dan patah hati. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya komunikasi, ketidakcocokan karakter, atau kesalahpahaman dalam memahami tujuan pacaran. Oleh karena itu, penting untuk membangun hubungan percintaan yang sehat dan memiliki tujuan yang jelas, yaitu pernikahan.

Pacaran Menurut Islam

Pacaran Menurut Islam

Dalam Islam sendiri, opini mengenai pacaran relatif bersepakat bahwa hal tersebut dilarang karena mendekati zina sebagaimana dikatakan Allah SWT dalam Quran surat Al-Isra ayat 32.

وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.

Nabi Muhammad SAW juga bersabda mengenai larangan berkhalwat (alias bertemu dalam suasana dan di tempat sepi) antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِي اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلاَّ وَمَعَهَا مَحْرَمٌ ( رواه البخاري)

Dari Ibnu Abbas ra. Ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW berkhutbah, ia berkata: Jangan sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang perempuan kecuali beserta ada mahramnya, dan janganlah seorang perempuan melakukan musafir kecuali beserta ada mahramnya”

Hukum mengenai pacaran tersebut makin relevan dengan kondisi di era modern ini karena pacarannya biasanya identik dengan perbuatan-perbuatan yang dilarang seperti berciuman, hingga berhubungan seksual sebelum menikah. Dalam hal yang demikian ini, maka jelaslah sudah bahwa pacaran itu haram.

Membangun Hubungan yang Bertujuan Mulia

Membangun Hubungan yang Bertujuan Mulia

Setelah memahami batas-batas mana yang haram dan mana yang tidak, ada sebuah pelajaran yang dapat diambil bahwa tujuan paling tinggi dari hubungan dua insan lawan jenis adalah pernikahan. Karena itu, apa pun bentuk hubungannya, maka semuanya harus berdasarkan niat baik lillahi ta’ala dan bermuara kepada pernikahan.

Berikut beberapa saran yang penting dijalankan bagi kalian yang ingin segera menuju pernikahan.

1. Tetapkan Tujuan yang Jelas

Langkah pertama adalah mendiskusikan tujuan hubungan kepada pihak lainnnya. Apakah kalian berdua ingin serius dan berkomitmen untuk menuju pernikahan? Penting untuk memiliki pemahaman yang sama tentang tujuan hubungan tersebut agar terhindar dari ekspektasi yang berbeda dan potensi konflik di kemudian hari. Jika Anda ingin serius tetapi dia tidak, ada baiknya diakhiri saja karena dapat terhindar dari dosa. Bagi diri sendiri, hal tersebut juga dapat mencegah munculnya kekecewaan yang lebih besar di masa mendatang.

2. Komunikasi yang Terbuka dan Jujur

Komunikasi yang terbuka dan jujur adalah kunci utama dalam membangun hubungan yang sehat. Bicarakan segala hal dengan dia, mulai dari hal-hal kecil hingga hal yang besar. Dengarkan dengan seksama dan hormati pendapatnya, meskipun berbeda dengan pendapat Anda. Hindari berbohong, memanipulasi, atau bersikap defensif.

3. Saling Percaya dan Menghormati

Kepercayaan dan rasa hormat adalah fondasi dari hubungan yang kuat. Percayalah pada pihak lain tersebut dan berikan dia ruang untuk menjadi dirinya sendiri. Hormati batas-batas dan nilai-nilai yang dianut oleh pihak lain serta cobalah untuk menghargai perbedaan. Hindari sikap posesif atau terlalu ingin mengendalikan salah satu pihak.

4. Saling Mendukung dan Memberikan Semangat

Dukunglah dia dalam mencapai mimpi dan tujuannya. Jangan lupa untuk memberikan semangat dan motivasi saat dia menghadapi kesulitan. Boleh juga merayakan setiap keberhasilannya. Dukungan dan dorongan dari Anda akan mempererat rasa saling mengasihi dan akan mendorong dia untuk terus memperbaiki diri dan mencapai hal-hal baik yang sudah lama ia cita-citakan.

5. Luangkan Waktu Bersama yang Berkualitas

Luangkan waktu bersama untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, berkualitas dan tak lupa: memiliki nilai positif. Jangan takut bila jarak memisahkan karena sekarang aktivitas bersama juga bisa diwujudkan dalam kegiatan online atau melalui media sosial. Ini adalah salah satu cara untuk memperkuat ikatan dan membangun kenangan indah bersama. Lakukan aktivitas yang memungkinkan Anda untuk saling terhubung dan mengenal satu sama lain dengan lebih baik; termasuk juga dengan keluarga pihak lain tersebut.

6. Menyelesaikan Konflik dengan Sehat

Konflik adalah hal yang wajar dalam kehidupan manusia. Justru konflik adalah sebuah momen penting untuk lebih mengenal–sebuah kesempatan untuk memahami karakter seseorang. Kunci agar konflik tidak merusak semua tatanan adalah menyelesaikan konflik dengan cara yang sehat. Hindari bertengkar hebat, saling menghina, atau menggunakan kekerasan. Cobalah untuk memahami sudut pandang orang dan temukan solusi yang bisa menguntungkan kedua belah pihak–setidaknya jangan mengambil solusi yang akan merugikan keduanya.

7. Bersikap Sabar dan Saling Memahami

Memiliki hubungan yang sehat dan menuju pernikahan membutuhkan waktu dan kesabaran. Jangan terburu-buru dan memaksakan sesuatu. Berikan waktu untuk mengenal satu sama lain dengan lebih baik dan membangun pondasi yang kuat agar pernikahannya kelak memiliki usia yang langgeng.

8. Mencari Bantuan Profesional Jika Diperlukan

Jika Anda dan calon istri/suami mengalami kesulitan dalam membangun hubungan yang sehat, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Seorang terapis atau konselor dapat membantu Anda untuk memahami masalah yang dihadapi dan menemukan solusi yang terbaik.

Menjalani hubungan yang sehat dengan tujuan menikah bukan hanya tentang menemukan sosok yang sempurna, tetapi juga tentang mengembangkan diri dan menjadi versi terbaik dari diri Anda sendiri. Dengan menerapkan tips-tips di atas, Anda dan calon istri/suami dapat membangun hubungan yang kuat, penuh cinta, dan siap untuk menghadapi berbagai tantangan dalam perjalanan menuju pernikahan yang bahagia dan abadi.

Yang harus diingat adalah, bahwa pernikahan merupakan komitmen jangka panjang yang membutuhkan kerja keras dan dedikasi dari kedua belah pihak. Pastikan Anda dan calon istri/suami benar-benar siap untuk berkomitmen sebelum melangkah ke jenjang pernikahan tersebut.

Penutup

Selalu ingat-ingatlah bahwa semua hubungan dengan sesama manusia haruslah didasarkan kecintaan kepada Allah SWT dan keinginan untuk mencari rida-Nya. Bila sudah terdapat larangan untuk menjalin hubungan pacaran, maka patuhilah. Carilah jodoh dengan cara-cara yang sudah digariskan dalam ajaran Islam.

Jalan untuk menuju pernikahan yang diridai Allah SWT memang tidak mudah dan membutuhkan perjuangan dari kedua belah pihak. Namun jangan pernah menyerah dan terus berusaha untuk menanamkan nilai-nilai kecintaan dan kepatuhan kepada hukum yang diterapkan Allah SWT dan berdoalah agar hubungan yang diniatkan menuju pernikahan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar hingga disahkan dalam mahligai pernikahan.

Semoga artikel ini bisa menginspirasi mereka yang membutuhkan panduan untuk membina hubungan menuju pernikahan. Untuk membaca artikel-artikel menarik lainnya, kunjungi blog Muzz Indonesia secara berkala, ya!

Selain itu, follow juga akun-akun media sosial kami:

Instagram

Tiktok

X/Twitter

Muslim Sunni
Muslim Lajang
Aplikasi Muslim Lajang
Muslim Shia
Pernikahan Muslim
Aplikasi Pernikahan Muslim
Kencan Muslim
Aplikasi kencan Muslim
Kencan Islami
Cinta orang Arab
Kencan berbahasa Arab
Obrolan Berbahasa Arab