Muzz logo

Di Mana Muslim Bertemu

App Store iconGoogle Play icon
Continue to main content arrow
Aplikasi yang menyambungkan para Muslim di seluruh dunia untuk pernikahan dan pertemanan

500,000 Pasangan Sukses

Komunitas yang berisi 10 juta orang Muslim

Di Mana Muslim Bertemu

Kami adalah aplikasi pernikahan Muslim nomor 1 di dunia dengan lebih dari 10 juta orang Muslim lajang yang mencari cinta.

Kami berbeda dengan aplikasi kencan. Kami menciptakan Muzz untuk membantu Muslim lajang menemukan pasangan mereka yang sempurna dengan tetap menghormati keyakinan mereka. Ucapkan selamat tinggal kepada CV yang ribet dan saudara-saudara yang rempong! Kami mempertemukan lebih dari 500 pasangan Muslim yang bahagia setiap hari dan merayakan lebih dari 500,000 kisah sukses pernikahan Muslim di seluruh dunia.

Apakah kamu berikutnya? Unduh aplikasi Muzz dan mulai ngobrol dengan Muslim lajang lainnya sekarang!

Ngobrol secara gratis

Tentukan siapa yang akan kamu hubungi tanpa harus memberi nomor telepon pribadimu.

Pemanggilan Telepon Video Gratis

You decide who you can call and you never have to share your phone number.

Perkenalan Suara & Video Profil

Jaga kerahasiaan foto dan gunakan nama panggilan untuk meningkatkan privasi.

Privasi Penuh

Pertahankan kerahasiaan foto kamu dan gunakan nama samaran agar tetap rahasia di hadapan teman-teman dan keluarga.

Jalin hubungan sekota yang bermakna

Berusaha mendapatkan teman-teman baru dan juga menemukan pasangan? Masyarakat Muzz merupakan jejaring sosial merek baru untuk Anda agar bisa menemukan para Muslim yang sepemikiran yang ada di dekat Anda. Dapatkan kesempatan mengatakan topik-topik penting di komunitas Muslim. Jaga agar tetap halal!

Temukan grup-grup perempuan saja atau grup-grup laki-laki saja

Butuh ruang perempuan saja untuk mengobrol dengan para perempuan Muslim? Kami memahami kamu. Untuk topik-topik sensitif, Anda bahkan bisa mengumumkan dengan tanpa nama.

What our members say

Review Stars

Cara yang Halal dan ideal untuk bertemu calon pasangan

Lulud Oktaviani

Lulud Oktaviani

Review Stars

Tempat yang bagus untuk bertemu calon istri dengan cara yang Halal

Bassy Bruno

Bassy Bruno

Review Stars

Saya jatuh cinta dengan aplikasi ini!

Rabia Shahab

Rabia Shahab

App Store iconGoogle Play icon

Verifikasi Selfie

Berbekalkan semua profil yang diverifikasi dengan menggunakan Verifikasi Selfie, konfirmasi SMS, dan pemeriksaan lokasi, kamu aman.

Filter Keimanan

Filter Muslim di tempat kamu berdasarkan aliran, suku, seberapa rajin mereka salat dan lebih banyak lagi.

Wali

Kamu bahkan bisa mengikutsertakan seorang pendamping (yang dikenal sebagai Wali) di percakapan kamu agar pikiran lebih tenang.

Komunitas Yang Berperingkat

Perilaku baik diberikan. Pria dan wanita mendapatkan lencana profil untuk saran positif yang mereka terima.

Verifikasi identitas

Anggota-anggota yang identitasnya sudah diverifikasi disetujui melalui pemeriksaan keamanan kami berupa paspor atau surat izin mengemudi. Ketahui bahwa kamu sedang mengobrol dengan anggota-anggota terpercaya dengan melihat tanda centang biru di profil pasangan-pasangan kamu.

Keanggotaan Gold muzz

Lakukan pernikahan dengan lebih cepat dengan menggunakan Keanggotaan Gold Muzz - yang mengizinkan kamu menyesuaikan pencarian kamu dengan lebih tepat dan telusuri tanpa batasan.

Siap untuk menemukan pasangan Muslim kamu?

Baca mengenai kami di

The Financial TimesGQThe BBCTechCrunchMensHealthThe New York TimesThe TimesTheThe Evening StandardCosmopolitanKonbiniLe Figaro

For press enquiries, email [email protected]

Latest Stories

Article thumbnail

Mengapa Anda Tidak Perlu Pacaran

Di zaman modern seperti sekarang ini, istilah pacaran tentu sudah sangat dikenal. Rasa-rasanya, tidak ada orang yang tidak mengetahui makna pacaran. Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pacaran adalah turunan dari kata pacar, yang berarti: teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih yang belum terikat perkawinan; kekasih.

Di artikel ini, kami tidak akan berhenti pada pembahasan mengenai definisi pacaran, tetapi juga membahas mengenai hukumnya menurut Islam serta bagaimana sebenarnya membina sebuah hubungan tanpa harus terjebak pada tindakan yang dilarang.

Daftar Isi

Pengantar

Pacaran Menurut Islam

Membangun Hubungan yang Bertujuan Mulia

Penutup

Pengantar

Secara luas, pacaran adalah sebuah bentuk hubungan antar manusia yang berdasarkan pada rasa suka yang bersifat timbal balik di antara keduanya. Proses membangun hubungan ini tidak hanya dijalani oleh mereka yang telah sama-sama dewasa, tetapi juga kerap kali berjalan di antara mereka yang masih dalam masa remaja. 

Dalam konteks proses panjang hubungan tersebut, pacaran merupakan sebuah dalam perjalanan menuju pernikahan. Bagi banyak orang, pacaran adalah sebuah proses penemuan diri, belajar tentang cinta dan komitmen, serta mempersiapkan diri untuk membangun rumah tangga yang bahagia. 

Tentu saja, tidak semua hubungan percintaan berjalan mulus. Tak jarang, pacaran yang dimulai dengan penuh cinta dan harapan justru berakhir dengan kekecewaan dan patah hati. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya komunikasi, ketidakcocokan karakter, atau kesalahpahaman dalam memahami tujuan pacaran. Oleh karena itu, penting untuk membangun hubungan percintaan yang sehat dan memiliki tujuan yang jelas, yaitu pernikahan. 

Pacaran Menurut Islam

Dalam Islam sendiri, opini mengenai pacaran relatif bersepakat bahwa hal tersebut dilarang karena mendekati zina sebagaimana dikatakan Allah SWT dalam Quran surat Al-Isra ayat 32.

وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً 

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.

Nabi Muhammad SAW juga bersabda mengenai larangan berkhalwat (alias bertemu dalam suasana dan di tempat sepi) antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِي اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلاَّ وَمَعَهَا مَحْرَمٌ ( رواه البخاري)

Dari Ibnu Abbas ra. Ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW berkhutbah, ia berkata: Jangan sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang perempuan kecuali beserta ada mahramnya, dan janganlah seorang perempuan melakukan musafir kecuali beserta  ada mahramnya”

Hukum mengenai pacaran tersebut makin relevan dengan kondisi di era modern ini karena pacarannya biasanya identik dengan perbuatan-perbuatan yang dilarang seperti berciuman, hingga berhubungan seksual sebelum menikah. Dalam hal yang demikian ini, maka jelaslah sudah bahwa pacaran itu haram.

Membangun Hubungan yang Bertujuan Mulia

Setelah memahami batas-batas mana yang haram dan mana yang tidak, ada sebuah pelajaran yang dapat diambil bahwa tujuan paling tinggi dari hubungan dua insan lawan jenis adalah pernikahan. Karena itu, apa pun bentuk hubungannya, maka semuanya harus berdasarkan niat baik lillahi ta’ala dan bermuara kepada pernikahan.

Berikut beberapa saran yang penting dijalankan bagi kalian yang ingin segera menuju pernikahan.

1. Tetapkan Tujuan yang Jelas

Langkah pertama adalah mendiskusikan tujuan hubungan kepada pihak lainnnya. Apakah kalian berdua ingin serius dan berkomitmen untuk menuju pernikahan? Penting untuk memiliki pemahaman yang sama tentang tujuan hubungan tersebut agar terhindar dari ekspektasi yang berbeda dan potensi konflik di kemudian hari. Jika Anda ingin serius tetapi dia tidak, ada baiknya diakhiri saja karena dapat terhindar dari dosa. Bagi diri sendiri, hal tersebut juga dapat mencegah munculnya kekecewaan yang lebih besar di masa mendatang.

2. Komunikasi yang Terbuka dan Jujur

Komunikasi yang terbuka dan jujur adalah kunci utama dalam membangun hubungan yang sehat. Bicarakan segala hal dengan dia, mulai dari hal-hal kecil hingga hal yang besar. Dengarkan dengan seksama dan hormati pendapatnya, meskipun berbeda dengan pendapat Anda. Hindari berbohong, memanipulasi, atau bersikap defensif.

3. Saling Percaya dan Menghormati

Kepercayaan dan rasa hormat adalah fondasi dari hubungan yang kuat. Percayalah pada pihak lain tersebut dan berikan dia ruang untuk menjadi dirinya sendiri. Hormati batas-batas dan nilai-nilai yang dianut oleh pihak lain serta cobalah untuk menghargai perbedaan. Hindari sikap posesif atau terlalu ingin mengendalikan salah satu pihak.

4. Saling Mendukung dan Memberikan Semangat

Dukunglah dia dalam mencapai mimpi dan tujuannya. Jangan lupa untuk memberikan semangat dan motivasi saat dia menghadapi kesulitan. Boleh juga merayakan setiap keberhasilannya. Dukungan dan dorongan dari Anda akan mempererat rasa saling mengasihi dan akan mendorong dia untuk terus memperbaiki diri dan mencapai hal-hal baik yang sudah lama ia cita-citakan.

5. Luangkan Waktu Bersama yang Berkualitas

Luangkan waktu bersama untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, berkualitas dan tak lupa: memiliki nilai positif. Jangan takut bila jarak memisahkan karena sekarang aktivitas bersama juga bisa diwujudkan dalam kegiatan online atau melalui media sosial. Ini adalah salah satu cara untuk memperkuat ikatan dan membangun kenangan indah bersama. Lakukan aktivitas yang memungkinkan Anda untuk saling terhubung dan mengenal satu sama lain dengan lebih baik; termasuk juga dengan keluarga pihak lain tersebut. 

6. Menyelesaikan Konflik dengan Sehat

Konflik adalah hal yang wajar dalam kehidupan manusia. Justru konflik adalah sebuah momen penting untuk lebih mengenal–sebuah kesempatan untuk memahami karakter seseorang.  Kunci agar konflik tidak merusak semua tatanan adalah menyelesaikan konflik dengan cara yang sehat. Hindari bertengkar hebat, saling menghina, atau menggunakan kekerasan. Cobalah untuk memahami sudut pandang orang dan temukan solusi yang bisa menguntungkan kedua belah pihak–setidaknya jangan mengambil solusi yang akan merugikan keduanya.

7. Bersikap Sabar dan Saling Memahami

Memiliki hubungan yang sehat dan menuju pernikahan membutuhkan waktu dan kesabaran. Jangan terburu-buru dan memaksakan sesuatu. Berikan waktu untuk mengenal satu sama lain dengan lebih baik dan membangun pondasi yang kuat agar pernikahannya kelak memiliki usia yang langgeng.

8. Mencari Bantuan Profesional Jika Diperlukan

Jika Anda dan calon istri/suami mengalami kesulitan dalam membangun hubungan yang sehat, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Seorang terapis atau konselor dapat membantu Anda untuk memahami masalah yang dihadapi dan menemukan solusi yang terbaik.

Menjalani hubungan yang sehat dengan tujuan menikah bukan hanya tentang menemukan sosok yang sempurna, tetapi juga tentang mengembangkan diri dan menjadi versi terbaik dari diri Anda sendiri. Dengan menerapkan tips-tips di atas, Anda dan calon istri/suami dapat membangun hubungan yang kuat, penuh cinta, dan siap untuk menghadapi berbagai tantangan dalam perjalanan menuju pernikahan yang bahagia dan abadi.

Yang harus diingat adalah, bahwa pernikahan merupakan komitmen jangka panjang yang membutuhkan kerja keras dan dedikasi dari kedua belah pihak. Pastikan Anda dan calon istri/suami benar-benar siap untuk berkomitmen sebelum melangkah ke jenjang pernikahan tersebut.

Penutup

Selalu ingat-ingatlah bahwa semua hubungan dengan sesama manusia haruslah didasarkan kecintaan kepada Allah SWT dan keinginan untuk mencari rida-Nya. Bila sudah terdapat larangan untuk menjalin hubungan pacaran, maka patuhilah. Carilah jodoh dengan cara-cara yang sudah digariskan dalam ajaran Islam.

Jalan untuk menuju pernikahan yang diridai Allah SWT memang tidak mudah dan membutuhkan perjuangan dari kedua belah pihak. Namun jangan pernah menyerah dan terus berusaha untuk menanamkan nilai-nilai kecintaan dan kepatuhan kepada hukum yang diterapkan Allah SWT dan berdoalah agar hubungan yang diniatkan menuju pernikahan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar hingga disahkan dalam mahligai pernikahan.

Semoga artikel ini bisa menginspirasi mereka yang membutuhkan panduan untuk membina hubungan menuju pernikahan. Untuk membaca artikel-artikel menarik lainnya, kunjungi blog Muzz Indonesia secara berkala, ya! 

Selain itu, follow juga akun-akun media sosial kami:

Instagram

Tiktok

X/Twitter

Article thumbnail

Persiapan Pernikahan: Panduan Komprehensif dari Awal hingga Akhir

Dalam setahun, berapa kali kamu menerima undangan pernikahan? Setiap kali mendatangi resepsi, tentu ada beberapa hal yang muncul di pikiran. Bagaimana kedua mempelai mempersiapkan acara tersebut, bahkan mungkin juga bagaimana persiapan sebelum acaranya itu sendiri, sampai ke siapa vendornya, berapa biayanya dan lain sebagainya. 

Di artikel ini, Muzz akan membahas mengenai semua hal terkait pernikahan–mulai dari pernikahan dalam kacamata Islam, hukumnya, persiapannya, hingga pelaksanaan pernikahan. Yuk simak sampai habis.

Daftar Isi

Definisi dan makna pernikahan dalam Islam

Hukum pernikahan

Tujuan pernikahan

Proses menuju pernikahan

Persiapan Pernikahan

Membangun pernikahan yang sakinah mawaddah warahmah 

Penutup

Definisi dan makna pernikahan dalam Islam

Apa bayangan yang kamu pikirkan ketika membaca mengenai pernikahan? Apakah pernikahan berarti prosesi akad yang dilakukan di hadapan penghulu alias petugas KUA, resepsi yang meriah dengan ratusan undangan yang mungkin sebagian besar tidak dikenal oleh pengantin, atau ada bayangan yang lain? Mungkin, kamu juga berpikir bahwa pernikahan adalah keseluruhan proses yang dijalani seorang insan untuk mencari jodoh/pasangan, lalu menjalankan akad nikah dan hidup sebagai suami-istri?

Menjawab pertanyaan di atas, tentu saja kita harus kembali ke dasarnya. Di dalam Al Quran, pernikahan adalah salah satu bukti kebesaran Allah SWT. 

آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُون

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir (QS. Ar Rum: 21)

Sementara berdasarkan hadits, menikah adalah pemenuhan separuh dari agama. Seperti yang dikatakan oleh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam dalam sebuah hadis:

من تزوج فقد استكمل نصف الدين فليتق الله في النصف الثاني. ومعنى ذلك أن النكاح يعف عن الزنى، والعفاف أحد الخصلتين اللتين ضمن رسول الله صلى الله عليه وسلم عليهما الجنة فقال: من وقاه الله شر اثنتين ولج الجنة ما بين لحييه وما بين رجليه.

Siapa yang menikah berarti dia telah menyempurnakan setengah agamanya. Karena itu bertaqwalah kepada Allah untuk setengah yang kedua. (HR Bukhari dan Muslim)

Pernikahan memang sebuah tahapan dalam hidup manusia yang sangat menarik dan seperti tak ada habisnya diulas. Sebabnya, peristiwa ini memang memiliki banyak faset. Untuk menjalankannya, berarti harus ada sepasang insan yang bersepakat. Setelahnya, kedua insan itu harus mempersiapkan diri, mempersiapkan waktu, tenaga, biaya dan meluangkan waktu untuk mengurus sisi administratif pernikahan–karena bagaimana pun, kita hidup di sebuah negara yang memiliki tata cara pernikahan sendiri.

Hukum pernikahan

Seperti yang sudah disebut di atas, kita umat Muslim tentu menyandarkan diri kepada Quran dan hadis. Sebelum mengupas mengenai persiapan dan penyelenggaraan pernikahan, kita yang beragama Islam harus memahami hukum pernikahan menurut agama terlebih dulu. 

Menurut Quran, pernikahan adalah perintah Allah Subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana tercantum dalam Surat An-Nur ayat 32.

وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.

Jadi sudah cukup jelas ya bahwa menikah adalah kewajiban seorang Muslim jika mereka telah memenuhi syarat dan dibekali kemampuan.

Kemudian, menurut ajaran Islam, pernikahan memiliki hukum yang berbeda dalam situasi yang berbeda pula. Di antaranya adalah:

1. Wajib

Bagi orang yang memiliki kemampuan dan siap untuk menikah dan khawatir terjerumus ke dalam zinah, maka menikah hukumnya adalah wajib. Kemampuan untuk menikah tersebut bisa terdiri dari umur yang cukup, memiliki kemampuan finansial yang baik, memiliki kematangan psikis dan lain sebagainya. Anda yang masuk kategori ini sebaiknya memang langsung cari jodoh saja. 

2. Sunnah

Untuk orang yang memiliki kemampuan untuk menikah tetapi tidak khawatir terjerumus ke dalam zinah, maka bagi dia hukum menikah adalah sunnah. Perbedaannya dengan yang dihukumi wajib menikah adalah bila mereka mampu untuk menahan diri agar tidak terjerumus dalam zinah yang merupakan tindakan dosa dalam Islam. 

3. Mubah

Bagi orang yang tidak memiliki kemampuan untuk menikah, maka hukum yang berlaku baginya adalah mubah. Artinya, mereka yang masuk dalam kategori ini sebaiknya jangan menikah dulu karena pernikahan yang dilakukan oleh orang yang belum mampu berpotensi untuk mendatangkan kesengsaraan dan hal-hal tidak baik lainnya.

4. Makruh

Untuki orang yang menikah dengan tujuan yang tidak baik, seperti untuk riya atau pamer, maka menikah itu hukumnya makruh. Jadi, tidak cuma soal kesiapan saja karena persoalan niat juga sangat penting. Kalau niatnya menikah bukan karena Allah, maka bisa jadi masuk dalam kelompok yang makruh untuk menikah.

5. Haram

Pernikahan dihukumi haram bagi orang yang menikah dengan orang yang haram dinikahi, seperti pernikahan sedarah atau pernikahan dengan orang yang sudah menikah.

Tujuan pernikahan

Dalam Islam, pernikahan adalah hal yang sakral. Karenanya, ada beberapa tujuan mulia di dalamnya. Di antaranya adalah:

1. Menjalankan perintah Allah SWT. Seperti telah dijabarkan di atas, menikah merupakan sunnah Rasulullah SAW dan merupakan salah satu cara untuk menyempurnakan separuh agama.

2. Menjaga kehormatan diri. Menikah berarti menghalalkan hubungan seksual dan menjaga diri dari perbuatan zina yang diharamkan dalam Islam.

3. Untuk membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Setelah menikah, sepasang insan tersebut diharapkan dapat membangun keluarga yang bahagia, damai, penuh cinta kasih, dan saling menyayangi.

4. Mendapatkan keturunan yang salih dan salihah. Keturunan yang dilahirkan diharapkan dapat menjadi generasi penerus yang taat kepada Allah SWT dan bermanfaat bagi agama dan bangsa.

5. Memperkuat ibadah. Dengan menikah, suami dan istri dapat saling membantu dalam meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah bersama-sama.

6. Menjaga ketenangan jiwa. Menikah dapat memberikan ketenangan jiwa dan rasa tenteram bagi pasangan suami istri.

Proses menuju pernikahan

Perjalanan cinta setiap pasangan berbeda-beda tergantung kepada value yang mereka yakini. Namun, ada beberapa tahapan umum yang biasanya dilalui dari mencari jodohnya, menjalin hubungan hingga melangsungkan pernikahan.

1. Pengenalan

Pada tahap ini, dua orang mulai tertarik satu sama lain dan ingin mengenal lebih jauh. Mereka menghabiskan waktu bersama, bertukar cerita, dan membangun koneksi.

2. Pengungkapan cinta

Jika merasa cocok, salah satu pihak biasanya akan memulai pendekatan untuk menunjukkan rasa cintanya. Pada tahap ini, pasangan mulai menunjukkan perhatian dan kasih sayang satu sama lain.

3. Pengenalan Keluarga

Sebuah hubungan yang didasari pada keinginan untuk beribadah dan keseriusan untuk melangsungkan perkawinan, tentunya keluarga harus turut dikenalkan. Bila keluarga sudah memberikan restu dan dukungan, tentu proses pernikahan tersebut sudah semakin dekat untuk diwujudkan.

4. Membicarakan Masa Depan

Karena pasangan akan mengarungi kehidupan bersama-sama (Insya Allah seumur hidup mereka), tentu membahas mengenai masa depan adalah hal yang wajib. Bicarakan tentang ekspektasi, keadaan diri dan sebagainya secara detail, terbuka dan jujur. 

5. Melamar

Seorang pria adalah pihak yang bertanggung jawab untuk melamar wanita untuk menjadi pendamping hidupnya. Lamaran ada berbagai jenis dan aktivitasnya, tinggal disesuaikan dengan preferensi pribadi. Namun, inti sebuah lamaran tentu saja adalah ketika seorang pria meminta izin kepada ayah/keluarga wanita untuk membentuk sebuah pernikahan.

6. Persiapan 

Setelah lamaran diterima, pasangan mulai melakukan persiapan. Hal ini termasuk menentukan tanggal, mencari tempat acara, dan mempersiapkan berbagai kebutuhan pernikahan lainnya. Detail persiapan ini bisa disimak di bagian bawah artikel ini.

8. Pernikahan

Inilah puncak dari perjalanan cinta seorang insan. Pasangan resmi menikah dan memulai kehidupan baru bersama sebagai suami istri.

Selain tahapan-tahapan di atas, berikut ada beberapa tips yang bisa kamu ikuti ketika sudah memasuki jenjang perkawinan:

Komunikasi yang baik adalah kunci utama dalam setiap hubungan. Saling percaya dan menghormati adalah landasan utama dalam membangun rumah tangga yang bahagia. Bersabar dan saling memahami adalah kunci untuk melewati berbagai rintangan dalam pernikahan. Perjalanan menuju pernikahan bukanlah hal yang mudah. Diperlukan komitmen dan usaha dari kedua belah pihak untuk membangun hubungan yang langgeng dan bahagia. Persiapan Pernikahan

Nah setelah menemukan pasangan dan bersepakat untuk melanjutkan hubungan ke jenjang perkawinan, maka kamu harus memulai untuk melakukan berbagai persiapan. Persiapan perkawinan adalah hal penting untuk memastikan kelancaran dan kebahagiaan di hari spesial tersebut.

Wujud perayaan pernikahan sendiri bisa bermacam-macam, tetapi intinya adalah memberikan kabar kepada teman, kerabat dan masyarakat luas bahwa si A dan si B telah resmi menikah. Menurut Rasulullah SAW, resepsi atau walimah adalah sunnah muakkad. 

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Adakanlah walimah meskipun hanya dengan menyembelih seekor kambing.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kira-kira, seperti ini panduan lengkap untuk persiapan pernikahan di Indonesia:

1. Menentukan Konsep dan Anggaran

Langkah pertama tentu saja adalah memilih konsep pernikahan yang diinginkan. Apakah kalian ingin acara yang tradisional, modern, atau kombinasi? Konsep ini akan menentukan acara, dekorasi, busana, dan berbagai elemen pernikahan lainnya.

Setelah menentukan konsep, susunlah anggaran yang realistis. Pertimbangkan semua pengeluaran, mulai dari mahar (misalnya: emas atau jumlah uang tertentu yang menandakan tanggal-tanggal penting), biaya KUA, dekorasi, katering, busana, hingga menyewa fotografer & videografer.

2. Mencari dan Memilih Vendor Pernikahan

Setelah menentukan konsep dan budget, mulai mencari dan memilih vendor pernikahan terpercaya. Beberapa jenis vendor yang esensial di antaranya adalah:

Gedung/Lokasi resepsi: Pilihlah tempat yang sesuai dengan konsep dan jumlah tamu undangan. Pertimbangkan kekurangan dan kelebihan masing-masing lokasi. Bila memilih untuk menggelar resepsi di rumah, pastikan juga perizinan dan pemberitahuan kepada tetangga sudah beres. Katering: Pastikan katering menyediakan hidangan yang lezat dan sesuai dengan selera tamu. Bila ada pengkhususan menu (misalnya: menu vegetarian, menu khusus tamu penting, dll), langsung diskusikan sejak awal.  Dekorasi: Cocokkan dekorasi dengan tema pernikahan. Jelaskan ekspektasi kamu kepada vendor.  Busana Pengantin: Ingat, ada dua orang yang harus berbusana pengantin. Pilihlah busana yang membuat calon pengantin perempuan merasa cantik, calon pengantin laki-laki merasa ganteng serta percaya diri. Dokumentasi: Pilihlah fotografer dan videografer yang dapat mengabadikan momen pernikahan dengan indah. Periksa portofolio mereka agar kamu bisa menyesuaikan konsep acara dengan hasil kerja mereka. 3. Mengurus Dokumen 

Persiapkan dokumen pernikahan yang diperlukan, seperti:

Surat keterangan belum menikah Kartu Keluarga (KK) Akta Kelahiran KTPSurat Numpang Nikah (jika menikah di luar domisili) 4. Melakukan Pemeriksaan Kesehatan

Pasangan calon pengantin diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit menular dan memastikan kesehatan reproduksi. Kamu bisa melakukan pemeriksaan ini secara gratis di fasilitas Puskesmas terdekat atau memilih melakukannya di klinik swasta.

5. Mengikuti Kursus Pranikah

Kursus pranikah dapat membantu pasangan calon pengantin untuk memahami berbagai aspek pernikahan, seperti komunikasi, keuangan, dan penyelesaian konflik. Biasanya Kantor Urusan Agama (KUA) menyelenggarakan kursus seperti ini tanpa dipungut biaya. 

6. Mempersiapkan Mental dan Emosi

Pernikahan bukan hanya tentang pesta dan kebahagiaan. Persiapkan diri untuk menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan pernikahan. Karenanya, sepasang calon pengantin harus benar-benar telah matang secara mental dan emosi.

7. Menikmati Proses Persiapan

Persiapan pernikahan memang menguras waktu dan tenaga. Nikmati prosesnya bersama pasangan dan jadikan momen ini sebagai ajang untuk saling mengenal dan memperkuat hubungan. Tentunya akan ada konflik di sana sini, tetapi bila keduanya telah memiliki saling pengertian yang baik dan kesediaan untuk berkompromi, tentu persoalan seperti ini akan bisa dilewati bersama.

Selain persiapan di atas, mungkin kamu juga wajib menyimak tips tambahan di bawah ini:

Buatlah timeline persiapan pernikahan yang detail. Libatkan keluarga dan sahabat dalam persiapan. Gunakan aplikasi untuk membantu mengelola persiapan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan wedding organizer jika membutuhkan bantuan.

Perencanaan pernikahan yang matang akan membantu mewujudkan pernikahan yang indah dan berkesan. 

Membangun pernikahan yang sakinah mawaddah warahmah 

Sakinah mawaddah warahmah merupakan dambaan setiap pasangan yang menikah. Rumah tangga yang diliputi ketenangan, cinta kasih, dan kasih sayang ini menjadi fondasi kebahagiaan dalam hidup. Namun, membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah tentunya tidak mudah. Diperlukan usaha dan komitmen dari sepasang insan yang menjalaninya untuk mewujudkannya.

Berikut beberapa tips untuk membangun pernikahan yang sakinah mawaddah warahmah:

1. Memperkuat Iman dan Ketakwaan

Landasan utama dalam membangun pernikahan yang sakinah mawaddah warahmah adalah iman dan takwa kepada Allah SWT. Dengan keimanan dan ketakwaan, pasangan suami istri akan selalu diingat untuk selalu berbuat baik dan menjaga hubungan mereka.

2. Saling Menghormati dan Menghargai

Sikap saling menghormati dan menghargai merupakan kunci utama dalam menjaga keharmonisan pernikahan. Hindari sikap egois dan selalu utamakan kepentingan pasangan.

3. Komunikasi yang Terbuka dan Efektif

Komunikasi yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keharmonisan pernikahan. Saling terbuka dan jujurlah dalam menyampaikan perasaan dan pikiran kepada pasangan. Luangkan waktu khusus bersama pasangan kalau harus menyampaikan sesuatu yang berpotensi mengundang perbedaan pendapat atau malah konflik.

4. Saling Memaafkan

Dalam derajat tertentu, kesalahan merupakan hal yang lumrah dalam sebuah pernikahan. Manusia tidak ada yang sempurna. Oleh karena itu, penting untuk saling memaafkan dan tidak menyimpan dendam. Meski begitu, sepakati juga kesalahan seperti apa yang masih bisa ditoleransi dan bagaimana perbaikannya ke depan. 

5. Menjaga Kebersamaan

Luangkan waktu berkualitas bersama pasangan dan keluarga. Lakukan kegiatan bersama yang menyenangkan dan dapat mempererat hubungan pernikahan. Tidak selalu harus mewah. Nonton Netflix bersama sembari pesan makanan delivery sudah mencukupi untuk kebersamaan.

6. Saling Mendukung dan Mendoakan

Berikan dukungan kepada pasangan dalam meraih cita-cita dan mimpinya. Bila dia memiliki hobi atau kegemaran, sejauh bersifat positif, dukung. Jangan lupa untuk selalu mendoakan pasangan agar selalu diberikan yang terbaik. Karena kebaikan bagi pasangan tentu akan menghasilkan kebaikan juga bagi pernikahan.

7. Mengelola Keuangan Bersama

Buatlah perencanaan keuangan yang matang dan kelola keuangan bersama dengan bijak. Hindari pengeluaran yang berlebihan dan selalu utamakan kebutuhan bersama.

8. Menjaga Keharmonisan Seksual

Hubungan seksual yang harmonis merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keharmonisan pernikahan. Pastikan untuk selalu memenuhi kebutuhan seksual pasangan dengan cara yang halal, menyenangkan dan disepakati bersama.

9. Meningkatkan Kualitas Diri

Teruslah belajar dan meningkatkan kualitas diri agar menjadi pasangan yang lebih baik. Jangan beralasan bahwa kamu tidak punya waktu dan sumber daya untuk belajar. Meski kecil, tetapi perbaikan diri secara konsisten tentu akan membawa kebahagiaan bersama.

10. Bersyukur dan Menikmati Setiap Momen

Syukurilah setiap momen yang dihabiskan bersama pasangan dan keluarga. Nikmati setiap kebersamaan dan ciptakan kenangan indah bersama.

Membangun rumah tangga sakinah mawaddah warahmah membutuhkan usaha dan komitmen dari kedua pasangan. Dengan menerapkan tips-tips di atas, diharapkan dapat membantu membangun rumah tangga yang bahagia dan langgeng.

Penutup

Setelah membaca penjelasan di atas, apakah kamu sudah siap untuk menjalani semua tahapan pernikahan? Tenang, tidak ada hal yang terlalu berat jika dikerjakan secara bertahap dan tentunya bersama-sama dengan pasangan. 

Semoga artikel ini bisa menginspirasi mereka yang membutuhkan panduan untuk mempersiapkan sebuah pernikahan. Untuk membaca artikel-artikel menarik lainnya, kunjungi blog Muzz Indonesia secara berkala, ya! 

Selain itu, follow juga akun-akun media sosial kami:

Instagram

Tiktok

X/Twitter

Article thumbnail

Cari Jodoh Zaman Sekarang Susah-susah Gampang

Dalam Islam, pernikahan adalah proses melengkapi separuh agama. Apa makna pernikahan, bagaimana hukum menikah menurut Islam, apa tujuan Anda menikah dan bagaimana agar tidak salah pilih dalam proses cari jodoh? 

Baca artikel di bawah ini untuk mengetahui semua jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Daftar Isi

Apa itu pernikahan?

Makna pernikahan dalam Islam

Hukum Pernikahan

Mengapa harus menikah?

Cara cari jodoh yang sesuai ajaran Islam

Penutup

Apa itu pernikahan?

Apa bayangan yang Anda pikirkan ketika membaca mengenai pernikahan? Apakah pernikahan berarti akad yang dilakukan di hadapan penghulu, pesta resepsi yang meriah, atau yang lain? Atau proses yang dijalani seorang manusia untuk cari jodoh, lalu menjalankan akad nikah dan hidup sebagai suami-istri?

Menjawab pertanyaan di atas, tentu saja kita harus kembali ke dasarnya. Menurut ajaran Islam, menikah adalah pemenuhan separuh dari agama. Seperti yang dikatakan oleh Rasulullah Muhammad SAW:

من تزوج فقد استكمل نصف الدين فليتق الله في النصف الثاني. ومعنى ذلك أن النكاح يعف عن الزنى، والعفاف أحد الخصلتين اللتين ضمن رسول الله صلى الله عليه وسلم عليهما الجنة فقال: من وقاه الله شر اثنتين ولج الجنة ما بين لحييه وما بين رجليه.

Siapa yang menikah berarti dia telah menyempurnakan setengah agamanya. Karena itu bertaqwalah kepada Allah untuk setengah yang kedua. (HR Bukhari dan Muslim)

Di zaman modern seperti sekarang ini, pernikahan adalah sebuah hal yang layak untuk mendapatkan pembahasan tersendiri. Karena untuk menikah berarti harus cari jodoh, dan cari jodoh di era seperti sekarang ini adalah hal yang susah-susah gampang.

Dibilang susah, ada benarnya karena beberapa faktor seperti tingkat kesibukan karena pekerjaan atau pendidikan, gaya hidup dan sebagainya. Tapi dibilang gampang, tidak salah juga karena cari jodoh sekarang bisa di mana saja; bahkan tak lagi terbatas di tempat yang dekat dengan keseharian kita saja.

Makna pernikahan dalam Islam

Sebagai umat Islam, tentu saja kita berpegang teguh pada Al Quran dan hadist Nabi Muhammad SAW. Dari hadis di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa pernikahan adalah ibadah. Pernikahan adalah sebuah sebuah ikatan suci dan perjanjian yang kokoh antara dua insan.

Dari penjelasan di atas, tentu saja pernikahan diharapkan dapat membawa kebaikan, tidak hanya untuk mereka yang menikah, tetapi juga untuk keluarga terdekat dan tentu saja masyarakat yang lebih luas. Dengan cara berpikir seperti ini, tentu saja sejak awal proses cari jodoh harus dilakukan dengan niat yang baik dan dengan cara yang baik, bukan?

Hukum Pernikahan

Sebelum beranjak ke persoalan cari jodoh, tentu saja kita harus memahami hukum pernikahan menurut Islam terlebih dulu. 

Menurut Quran, pernikahan adalah perintah Allah Subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana ditulis dalam Surat An-Nur ayat 32.

وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.

Dalam Islam, pernikahan memiliki sejumlah hukum. Di antaranya adalah:

1. Wajib

Pernikahan dihukumi wajib bagi orang yang memiliki kemampuan dan siap untuk menikah dan khawatir terjerumus ke dalam zinah. Kemampuan untuk menikah tersebut bisa terdiri dari umur yang cukup, memiliki kemampuan finansial yang baik, memiliki kematangan psikis dan lain sebagainya. Anda yang masuk kategori ini sebaiknya memang langsung cari jodoh saja. 

2. Sunnah

Pernikahan dihukumi sunnah bagi orang yang memiliki kemampuan untuk menikah tetapi tidak khawatir terjerumus ke dalam zinah. Perbedaannya dengan yang dihukumi wajib menikah adalah bila mereka mampu untuk menahan diri agar tidak terjerumus dalam zinah yang merupakan tindakan dosa dalam Islam. 

3. Mubah

Pernikahan dihukumi mubah bagi orang yang tidak memiliki kemampuan untuk menikah. Artinya, mereka yang masuk dalam kategori ini sebaiknya jangan menikah dulu karena pernikahan yang dilakukan oleh orang yang belum mampu berpotensi untuk mendatangkan kesengsaraan dan hal-hal tidak baik lainnya.

4. Makruh

Pernikahan dihukumi makruh bagi orang yang menikah dengan tujuan yang tidak baik, seperti untuk riya atau pamer. Jadi, tidak cuma soal kesiapan saja karena persoalan niat juga sangat penting. Kalau niatnya menikah bukan karena Allah, maka bisa jadi masuk dalam kelompok yang makruh untuk menikah.

5. Haram

Pernikahan dihukumi haram bagi orang yang menikah dengan orang yang haram dinikahi, seperti pernikahan sedarah atau pernikahan dengan orang yang sudah menikah.

Mengapa harus menikah?

Seperti disebut di atas, pernikahan harus dimulai dengan niat yang baik. Lillahi ta’ala, semua karena Allah. Dengan awal niat baik, Insya Allah tujuan pernikahan bisa dicapai. Lantas, apa saja sih tujuan pernikahan itu? Catat nih, penting buat kalian yang masih cari jodoh.

Menjaga diri dari hawa nafsu: Pernikahan adalah salah satu cara untuk menjaga diri dari hawa nafsu dan perbuatan zinah. Mendapatkan keturunan: Pernikahan merupakan salah satu cara untuk mendapatkan keturunan, melanjutkan generasi dan kemanusiaan. Memperoleh ketenangan batin: Pernikahan dapat memberikan ketenangan batin dan rasa cinta kasih sayang antara suami dan istri.  Membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah: Pernikahan merupakan salah satu cara untuk membangun keluarga yang sakinah (penuh ketenangan), mawaddah (penuh kasih sayang), dan warahmah (penuh rahmat). Cara cari jodoh yang sesuai ajaran Islam

Setelah paham mengenai makna pernikahan, hukum pernikahan dan niat dan tujuan pernikahan, berarti waktunya buat cari jodoh. Ya kan? Ada beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan ketika mulai menjalani pencarian calon pasangan ini.

Tingkatkan kualitas diri

Seorang manusia tentu akan bernilai tinggi jika kualitas di dalam dirinya baik. Perbaiki ibadah, tingkatkan pengetahuan dan ilmu agama Islam, pertinggi pendidikan, perbaiki keadaan keuangan, dan sebagainya.

Menjalin silaturahmi dengan sebanyak mungkin kalangan

Tidak ada yang pernah tahu di mana jodoh itu akan ditemukan. Maka sebaiknya perluas pergaulan dan silaturahmi (tentu dengan orang-orang yang baik) agar peluangmu bertemu calon pasangan meningkat.

Minta nasihat orang tua

Orang tua kita tentu saja memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih luas mengenai pernikahan. Mintalah nasihat ke mereka tentang bagaimana cari jodoh dan Insya Allah saran dari mereka akan berguna dalam pencarian Anda sendiri.

Manfaatkan teknologi

Di zaman modern ini, teknologi masuk ke semua aspek kehidupan–tak terkecuali dalam aktivitas cari jodoh. Ada berbagai pilihan aplikasi pencarian jodoh yang berlandaskan keislaman. Anda bisa mencoba salah satu aplikasi cari jodoh Islami, yakni Muzz, aplikasi pernikahan Muslim no. 1 di dunia. 

Muzz memiliki 10 juta pengguna yang berasal dari seluruh dunia dan telah membantu terwujudnya 500 ribu pernikahan Muslim serta menjadikan 500 pasangan baru setiap harinya. 

Muzz menggunakan algoritma dan sistem filter untuk menghubungkan Anda dengan Muslim lajang di luar sana. Apalagi, fitur-fitur lain yang tersedia di Muzz diciptakan untuk mempermudah pencarian jodoh online Anda. 

Siap untuk menemukan jodoh sejatimu? Unduh Muzz sekarang!

Berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT

Setelah semua upaya cari jodoh telah dilakukan, tentu saja kita harus berpasrah diri kepada Allah SWT. Panjatkan doa yang tulus dalam setiap salatmu dan Insya Allah jodohmu akan datang.

Penutup

Dalam Islam, menikah adalah ibadah dan sekaligus upaya untuk membawa diri menjadi insan yang lebih baik. Di tengah gempuran modernisasi, umat Islam harus semakin pintar dan bijaksana dalam upaya untuk menuju pernikahan. Teknologi bukan sesuatu yang harus bikin alergi, tetapi harus dirangkul untuk kebaikan bersama. 

Untuk artikel-artikel mengenai pernikahan Muslim, gaya hidup Islami dan sebagainya, simak terus blog Muzz Indonesia ya!

Muzz lebih baik di aplikasi!

Aplikasi Pernikahan Muslim
Muslim Lajang
Aplikasi Muslim Lajang
Pernikahan Muslim
Kencan Islami
Muslim Shia
Muslim Sunni
Kencan Muslim
Cinta orang Arab
Obrolan Berbahasa Arab
Aplikasi kencan Muslim
Kencan berbahasa Arab