
Niat Hapus Aplikasi Muzz, Malah Ketemu Jodoh ❤️ | Kisah Zack & Diamonda
Pernah ada di titik capek cari jodoh online sampai ingin hapus aplikasi? Ghosting, obrolan yang gitu-gitu aja, muncul keraguan, itu semua sering dialami banyak orang, termasuk Diamonda, perempuan Indonesia yang menikah dengan Zack, laki-laki keturunan Amerika-Malaysia. Sebelum bertemu suaminya, Diamonds buka aplikasi Muzz dengan satu tujuan: hapus dan berhenti cari jodoh.
Capek Cari Jodoh, Sampai Ingin MenyerahPerjalanan Diamonda mencari pasangan tidak mulus. Ia berkenalan dengan banyak orang secara online, tidak sedikit yang berujung ghosting. Ada yang awalnya intens, lalu menghilang begitu saja. Ada juga yang ternyata tidak sejalan secara visi dan tujuan hidup.
Perlahan, rasa lelah itu menumpuk. Sampai akhirnya muncul satu pikiran yang sangat manusiawi: “Kayaknya aku memang nggak ditakdirkan ketemu jodoh secara online, deh”. Diamonda sudah merasa cukup dan berniat untuk benar-benar menghapus akun Muzz.
Waspada tapi Tetap BerharapSebagai seseorang yang sudah lama terbiasa berteman online, Diamonda sebenarnya cukup paham membedakan mana yang tulus dan mana yang patut dicurigai. Ia tahu tanda-tanda akun palsu atau scammer, contohnya:
Foto profil yang buram atau tidak jelas. Bio yang terlalu “sempurna”, pekerjaan bagus, foto bagus, semuanya nampak sangat bagus. Ketika di cek, ternyata data tersebut palsu atau orang itu berbohong. Gaya chat yang terlalu cepat atau love bombing. Contoh, baru match pertama kali, langsung minta pindah platform dan nomor pribadi.Akhirnya, Diamonda pun sampai pada titik di mana ia merasa, “Udah deh, aku cari jodoh di dunia nyata saja.”
Tapi siapa sangka? Justru di saat hampir menyerah itulah, jalannya dipermudah.
Pasrah, Doa, dan IkhtiarDi masa itu, Diamonda sedang berada di fase patah hati dan sangat lelah secara emosional. Ia akhirnya memilih satu hal yang sering kita dengar, tapi tidak selalu mudah dilakukan: pasrah sepenuhnya kepada Allah.
Yang tadinya sering berbeda pendapat dengan Ibu, Diamonda mulai rutin mengamalkan ibadah dari nasibat Ibunya: tahajud, sedekah subuh, dan berdoa dengan niat yang lebih tenang. Ia tidak lagi memaksakan takdir, melainkan fokus memperbaiki diri dan menenangkan hati.
Swipe Terakhir yang Mengubah SegalanyaSuatu hari, Diamonda mengunduh kembali Muzz. Saat itu, ia hanya ingin menghapus akun karena sudah merasa cukup dan yakin tidak akan menemukan jodoh secara online.
Namun, sebelum benar-benar menekan tombol delete, ia sempat melakukan beberapa swipe. Di swipe kedua, ia bertemu Zack. Mereka match, dan Zack langsung mengirim pesan.
Tanpa gombalan dan basa-basi yang too much, obrolan mereka sangat jujur, lebih dewasa, dan serius. Mereka membicarakan tujuan hidup, nilai-nilai Islam, dan pandangan tentang pernikahan.
Di situlah Diamonda mulai berpikir, “Oh, ternyata masih ada laki-laki yang benar-benar niat menikah.”
Ketika Keseriusan Menjadi JawabanMeski koneksi terasa kuat, Diamonda tidak langsung yakin sepenuhnya. Trauma masa lalu membuatnya berhati-hati. Ia ingin percaya, tapi juga sadar bahwa hanya Allah yang tahu siapa jodoh sejatinya.
Keyakinan itu tumbuh perlahan, terlihat dari effort yang diberikan. Zack konsisten, terbuka, dan menunjukkan keseriusannya. Ketika mereka akhirnya bertemu langsung, Diamonda melihat bagaimana Zack berinteraksi dengan keluarganya; sopan, hangat, dan penuh adab.
Bukan Aplikasinya, Tapi WaktunyaKisah Diamonda dan Zack mengajarkan satu hal penting: kadang yang perlu kita ubah bukan caranya, tapi waktunya. Bukan berarti aplikasinya salah. Bukan berarti kita gagal. Bisa jadi, kita hanya perlu satu langkah lagi, satu doa lagi, atau satu kesempatan terakhir.
Kalau kamu sedang lelah, ragu, atau hampir menyerah, itu wajar. Tapi jangan sampai rasa takut menghalangi takdir baik yang mungkin sudah dekat.
Siapa tahu, seperti Diamonda, match terakhirmu justru adalah awal cerita seumur hidup.👉 Download Muzz sekarang, mulai dengan niat yang benar, dan biarkan Allah yang menuntun jalannya.














